Buku Harian Berisi Curhat Penghuni Kalijodo: Ya Allah, Aku Sudah Tidak Kuat

Posted on 2016-02-23 12:10





Para wanita penghibur di Kalijodo memiliki rahasia sendiri-sendiri dalam hidupnya.
Namun, masing-masing dari mereka memiliki cara tersendiri untuk mengungkapkannya, salah satunya dengan menulis diary (catatan harian). Dalam sebuah bilik kamar berukuran 1 x 2 meter di Kafe Mega Mas, tertinggal sebuah buku catatan.

Dengan sampul kotak-kotak merah dengan garis kuning di depannya, tertulis sebuah nama 'Dewi. Me:Mas'. Di dalam bagian awal buku tersebut hanya ada tanggal dan beberapa hitungan.
Di halaman selanjutnya juga demikian, kali ini ada hitungan tentang salon dan cucian.

Semakin dalam, pemilik buku ini, yang tak lain adalah wanita penghibur di Kafe Mega Mas, menuliskan sebuah catatan hidupnya. Ia mengaku sudah tak lagi kuat dengan aktivitas pekerjaannya saat ini.

"Aa. Allah aku udah gak betah hidup yang ku jalani. Ya Allah bimbinglah aku ke jalan yang benar. Ya Allah... Aku ingin jadi orang yang baik di mata semua orang terutama-Mu. Ya Allah... Kapan semua nich berakihir ya Aallah aku udah cape dengan semua nich," tulis pemilik buku diary.

Di kamar lainnya di Kafe Mega Mas juga ditemukan buku diary. Kali ini, buku tersebut tanpa sampul dan terlihat usang. Tak ada nama yang menunjukkan siapa pemilik buku ini.

Di dalam buku tersebut tertulis curahan hati wanita penghibur Kalijodo tentang percintaan yang ia alami. Misalnya sepert ini; "Hidup ini begitu indah dan hidup ini pun begitu adil semenjak kenal dirimu walau pun kita hanya sebatas teman."

"Andai kamu tau betapa ku merindukanmu. Andai saja kamu tau betapa hidup ini indah di saat bersama mu. Walau pun hanya dalam mimpi indahku saja, tapi suatu saat nanti aku percaya mimpi itu menjadi kenyataan untuk bisa hidup bersama mu my love."

Dalam lembaran di dalam buku juga tertulis sebuah nama 'Via'. Ia menulis bahwa ia terjerumus ke dunia gelap karena salah pergaulan. "Via anak malam. Via gadis lugu yang salah pergaulan. Via anak yang baik tapi salah pergaulan."

"Loh tuh lugu, tapi loh sayang. Lugu loh cuma dimanfaatin orang. Loh tuh sebenarnya anak baik tapi loh salah pergaulan."

Itulah beberapa catatan pendek yang bisa menggambarkan bagaimana kehidupan wanita-wanita penghuni Kalijodo yang akan segera digusur oleh Pemkot DKI Jakarta. Semoga dengan wacana Pemkot ini, para wanita tersebut bisa kembali menemukan hidayah untuk kembali kepada Allah dan hidup di jalan yang lurus.











Artikel Menarik Lainnya

Posted on 2016-04-15 16:27